Minggu, 12 Mei 2013

STRATEGI KOMUNIKASI


BAB 1
PENDAHULUAN
            Keberhasilan kegiatan komunikasi secara efektif banyak ditentukan oleh penentuan strategi komunikasi. Di lain pihak jika tidak ada strategi komunikasi yang baik efek dari proses komunikasi (terutama komunikasi media massa) bukan tidak mungkin akan menimbulkan pengaruh negatif. Sedangkan untuk menilai proses komunikasi dapat ditelaah dengan menggunakan model-model komunikasi. Dalam proses kegiatan komunikasi yang sedang berlangsung atau sudah selesai prosesnya maka untuk menilai keberhasilan proses komunikasi tersebut terutama efek dari proses komunikasi tersebut digunakan telaah model komunikasi.
 Komunikasi adalah suatu bidang yang luas dan masih  samar-samar. Bidang ini terdiri dari berbagai disiplin, kebanyakan saling tumpang-tindih, mempunyai nama yang berbeda dan merujuk ke kegiatan yang berbeda, tergantung dari perspektif pembicara. Pada prisipnya terdapat 4 (empat) komponen utama komunikasi yaitu communicator (penyampai pesan), message (pesan), channel (saluran / media), sommunicate (penerima pesan). Misalnya, urusan komunikasi, pemasaran dan korporasi adalah istilah  yang mencakup berbagai cara untuk menyampaikan sebuah pesan, sementara isu, merek, dan manajemen pemangku kepentingan adalah istilah-istilah yang lebih baru untuk menunjukkan pendekatan-pendekatan yang ditemui
dalam berbagai kegiatan komunikasi.
Menyusun sebuah strategi komunikasi adalah suatu seni, bukan sesuatu yang ilmiah, dan ada banyak cara pendekatan yang berbeda untuk melakukan tugas ini. Saran yang diberikan berikut ini hanyalah panduan yang tidak mempunyai aturan-aturan ketat. Sebelum seseorang memilih dan menggunakan strategi komunikasi yang tepat agar gagasan diperhatikan, dimengerti dan diikuti oleh orang lain yang menjadi sasarannya,dia harus memiliki pengetahuan yag cukup tentang apa yang akan disampaikan, mengapa harus disampaikan, dan efek yang diinginkan terjadi pada sasaran. Tanpa pengetahuan itu semua, pemilihan dan penggunaan strategi tidak dapat dilakukan, karena sebuah strategi hanya dapat digunakan untuk pesan dan hasil tertentu.
BAB II
PEMBAHASAN
Menurut Onong Uchjana Effendi dalam buku berjudul “Dimensi-dimensi Komunikasi” menyatakan bahwa : Strategi komunikasi merupakan panduan dari perencanaan komunikasi (communication planning) dan manajemen (communications management) untuk mencapai suatu tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut strategi komunikasi harus dapat menunjukkan bagaimana operasionalnya secara taktis harus dilakukan, dalam arti kata bahwa pendekatan (approach) bisa berbeda sewaktu-waktu tergantung dari situasi dan kondisi”. (1981 : 84). Selanjutnya menurut Onong Uchjana Effendi bahwa strategi komunikasi terdiri dari dua aspek, yaitu : Secara makro (Planned multi-media strategy), Secara mikro (single communication medium strategy)
Kedua aspek tersebut mempunyai fungsi ganda, yaitu :
Menyebarluaskan pesan komunikasi yang bersifat informatif, persuasif dan instruktif secara sistematis kepada sasaran untuk memperoleh hasil yang optimal.Menjembatani “cultural gap” , misalnya suatu program yang berasal dari suatu produk kebudayaan lain yang dianggap baik untuk diterapkan dan dijadikan milik kebudayaan sendiri sangat tergantung bagaimana strategi mengemas informasi itu dalam dikomunikasiknnya. (1981 : 67). Sedangkan menurut Anwar Arifin dalam buku ‘Strategi Komunikasi’ menyatakan bahwa : Sesungguhnya suatu strategi adalah keseluruhan keputusan kondisional tentang tindakan yang akan dijalankan, guna mencapai tujuan. Jadi merumuskan strategi komunikasi, berarti memperhitungkan kondisi dan situasi (ruang dan waktu) yang dihadapi dan yang akan mungkin dihadapi di masa depan, guna mencapai efektivitas. Dengan strategi komunikasi ini, berarti dapat ditempuh beberapa cara memakai komunikasi secara sadar untuk menciptakan perubahan pada diri khalayak dengan mudah dan cepat. (1984 :10).
Selanjutnya strategi komunikasi harus juga meramalkan efek komunikasi yang diharapkan, yaitu dapat berupa :
1.      menyebarkan informasi
2.      melakukan persuasi
3.      melaksanakan intruksi
Dari efek yang diharapkan tersebut dapat ditetapkan bagaimana cara berkomunikasi (how to communicate), dapat dengan :
komunikasi tatap muka (face to face communication), dipergunakan apabila kita mengharapkan efek perubahan tingkah laku (behaviour change) dari komunikan karena sifatnya lebih persuasif komunikasi bermedia (mediated communication), dipergunakan lebih banyak untuk komunikasi informatif dengan menjangkau lebih banyak komunikan tetapi sangat lemah dalam hal persuasif. Dalam strategi komunikasi peranan komunikator sangatlah penting, itulah sebabnya strategi komunikasi harus luwes supaya komunikator sebagai pelaksana dapat segera mengadakan perubahan bila dalam pelaksanaan menemui hambatan. Salah satu upaya untuk melancarkan komunikasi yang lebih baik mempergunakan pendekatan A-A Procedure (from Attention to Action Procedure) dengan lima langkah yang disingkat AIDDA.
A Attention (perhatian)
I Interest (minat)
D Desire (hasrat)
D Decision (keputusan)
A Action (kegiatan)
Dimulainya komunikasi dengan membangkitkan perhatian akan menjadikan suksesnya komunikasi. Setelah perhatian muncul kemudian diikuti dengan upaya menumbuhkan minat yang merupakan tingkatan lebih tinggi dari perhatian. Minat merupakan titik pangkal untuk tumbuhnya hasrat. Selanjutnya seorang komunikator harus pandai membawa hasrat tersebut untuk menjadi suatu keputusan komunikan untuk melakukan suatu kegiatan yang diharapkan komunikator.
Apakah strategi kominikasi Anda dirancang untuk  suatu proyek khusus  atau untuk suatu periode yang sama sebagai strategi organisasi, strategi tersebut harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:


a.       Tujuan

Tujuan Anda adalah kunci sukses strategi komunikasi Anda. Tujuan tersebut harus mampu memastikan bahwa strategi komunikasi yang dikembangkan merupakan tuntutan kebutuhan organisasi, bukan karena adanya kebutuhan atas komunikasi itu sendiri.  Kegiatan komunikasi Anda bukan merupakan akhir dari semua kegiatan, tetapi dilakukan demi organisasi dan karena
itu harus dikaitkan dengan tujuan organisasi. Tanyakan pada diri Anda sendiri apa yang dapat Anda lakukan dalam upaya komunikasi untuk mendukung agar organisasi Anda mencapai tujuan utamanya. Menggabungkan tujuan komunikasi dan tujuan organisasi akan menegaskan pentingnya dan relevansi komunikasi, dan karena itu akan menjadi kasus yang meyakinkan untuk melakukan kegiatan komunikasi dalam organisasi Anda.

b.      Sasaran 
 Anda perlu mengidentifikasi sasaran Anda dengan siapa Anda perlu berkomunikasi untuk mencapai tujuan organisasi. Sasaran terbaik yang dituju agar mencapai tujuan mungkin saja bukan sasaran yang paling jelas, dan mentargetkan sasaran, misalnya media, tidak selalu dapat membantu Anda mencapai tujuan. Setiap orang ingin mempunyai profil media dan profil politik yang lebih  tinggi, namun kegiatan untuk mendukung  dua hal tersebut biasanya hanya untuk kepentingan pribadi dan hanya terdorong oleh kebutuhan mengkomunikasikan, dengan dampak yang tidak luas. Efeknya bisa saja negatif jika Anda menghabiskan seluruh sumberdaya untuk hal ini yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi dengan pemangku kepentingan kunci.

c.       Pesan 
Mencari target yang strategis dan konsisten adalah  kunci pesan organisasi. Ciptakan sesuatu yang komprehensif dan mencakup semua pesan kunci, dan beri tekanan pada unsur-unsur yang berbeda untuk pendengar yang berbeda. Untuk memaksimalkan dampak pesan yang akan disampaikan perlu dirangkum dalam tiga point yang dapat diulang-ulang. Ingat, komunikasi adalah  tentang bercerita: gunakan penyampaian narasi yang menarik, cerita-cerita seputar minat manusia, dan imajeri yang menarik. 

d.      Instrumen dan kegiatan
 Kenali instrumen dan kegiatan yang sesuai untuk mengkomunikasikan pesan kunci. Anda dapat memperoleh gagasan ini dari pendengar  atau dari pesan-pesan, atau kombinasi dari keduanya. Misalnya, sebuah laporan tahunan akan bermanfaat untuk komunikasi perusahaan, sementara bulletin email cocok untuk komunikasi internal.  Pastikan bahwa Anda merancang instrumen dan kegiatan berdasarkan waktu yang sesuai dan sumberdaya dana yang ada.   

e.       Sumberdaya dan skala waktu
 Aturan utama yang harus ditaati adalah selalu menepati janji dan jangan mengumbar janji.  Gunakan sumberdayamu dan skala waktu untuk menetapkan harapan yang dapat diwujudkan.

f.        Evaluasi dan Amandemen
 Pertimbangkan melakukan audit komunikasi untuk memperkirakan efektivitas strategi komunikasi Anda dengan pendengar internal maupun external.  Gunakan pertanyaan terbuka dengan jawaban dan tolok ukur yang tepat, dan bila mungkin carilah seseorang untuk mengerjakan ini.  Pertimbangkan dan diskusikan hasilnya dengan cermat dan gunakan temuan2 yang ada untuk mengubah strategi Anda.
Strategi komunikasi dalam bidang pertanian merupakan suatu usaha untuk dapat mengubah sosok wajah pertanian dan pedesaan indonesia. Disamping perubahan  di bidang prasarana fisik, teknologi dan produktivitas pertanian, para petani Indonesia juga telah berubah secara nyata. Meski pada kenyataannya populasi petani telah menjadi lebih kecil tetapi mengalami kemajuan kualitas yang lebih baik, bagaimana tidak ini jelas terlihat pada membaiknya tingkat pendidikan petani yang lebih mengenal kemajuan, kebutuhan dan harapan-harapannya meningkat, dan pengetahuan serta keterampilan bertaninya juga jauh lebih baik. Semua ini tidak terlepas dari suatu sistem strategi yang memiliki hasrat untuk mencapai tujuan secara efektif. Lionberger dan Gwin (1982) menyatakan bahwa strategi komunikasi umumnya dirumuskan dengan memperhatikan tiga hal, yaitu khayalak sasaran, pesan yang akan disampaikan, dan saluran yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
Di sisi lain, teknologi produksi pertanian terus berkembang dan meningkat. Maka upaya penyebaran inovasi teknologi kepada petani juga perlu ditingkatkan. Tindakan  ini tidak semudah mengaplikasikannya terhadap masyarakat terdidik secara umum, karena masih banyak dijumpai kasus kegagalan penerapan teknologi oleh petani di Indonesia. Kegagalan penerapan teknologi oleh petani disebabkan oleh berbagai faktor, seperti: (1) Faktor-faktor personal petani sasaran seperti umur, pendidikan, latar belakang budaya, kepercayaan dan perilaku keseharian; (2) Faktor-faktor situasional seperti keadaan alam, pengaruh keluarga dan kelompok sosial, dan kebijakan pemerintah; dan (3) Karakteristik teknologi seperti kerumitan teknologi, sarana pendukung penerapan teknologi kurang tersedia, dan teknologi yang seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Masalah ini merupakan masalah yang kompleks dan memerlukan penanganan yang serius, karena kegagalan penerapan teknologi oleh petani akan menimbulkan dampak negatif berupa hilangnya kepercayaan petani terhadap suatu teknologi, dan akan berpengaruh juga terhadap introduksi teknologi berikutnya, sehingga  pada akhirnya akan menghambat program-program pembangunan khususnya di pertanian.



BAB III
KESIMPULAN
1.      Strategi adalah keseluruhan keputusan kondisional tentang tindakan yang akan dijalankan, guna mencapai tujuan. Jadi merumuskan strategi komunikasi, berarti memperhitungkan kondisi dan situasi (ruang dan waktu) yang dihadapi dan yang akan mungkin dihadapi di masa depan, guna mencapai efektivitas.
2.      Melakukan strategi komunikasi harus memperhatikan :Tujuan, Sasaran, Pesan, Instrumen dan kegiatan, Sumberdaya, Skala waktu, Evaluasi dan perbaikan .
3.      Adanya strategi komunikasi dalam pertanian memberikan perubahan yang positif bagi masyarakat petani. Namun penerapan inovasi teknologi yang diberikan terhadap petani tidak semudah pangaplikasianyya, ini disebabkan oleh faktor personal petani, situasional serta karakteristik teknologi.


DAFTAR PUSTAKA

Lionberger, H.F., and Gwin, Paul H.1982. Communication Strategies : a Guide     for Agricultural Change Agents. Danville, Illionis: The Interstate Printers &
Publisher.
Van den Ban, A.W. dan H.S. Hawkins, 1998. Penyuluhan Pertanian. Yogyakarta:
Kanisius.
http://www.strateki-komunikasi.html. Diakses: tanggal 18 maret 2012.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar