Minggu, 12 Mei 2013

KEWIRAUSAHAAN-BISNIS PLAN


BAB I
PENDAHULUAN
Jika kita ingin mendirikan dan mengembangkan sebuah bisnis atau usaha, banyak hal yang harus diperhatikan. Misalnya, modal dan rrencana bisnis atau bisnis plan yang akan dilakukan. Kedua hal tersebut merupakan faktor eksternal yang mempengaruhi keberlangsungan sebuah usaha atau bisnis.
Membuat sebuah usaha membutuhkan perencanaan sebelumnya. Perencanaan tersebut dapat berupa bayangan bisnis, pemikiran sederhana tentang bisnis yang akan dilakukan, perhitungan untung rugi dalam menjalankan bisnis tersebut, bagaimana cara menjalankan bisnis, apa nama bisnisnya, bagaimana persaingan bisnis tersebut, dll. Semua pertanyaan-pertanyaan seputar bisnis tersebut akan menjadi sebuah Perencanaan Bisnis apabila dapat dijawab dengan baik.
Ada sebuah pernyataan yang disampaikan oleh David H. Bangs, Jr. (1995) bahwa seorang pengusaha yang tidak bisa membuat perencanaan sebenarnya merencanakan kegagalan. Hasil pengamatan dari beberapa pemilik perusahaan kecil menyatakan bahwa perencanaan dilakukan untuk mengkaji semua strategi-strategi yang telah/akan dilakukan, menggunakan berbagai informasi tentang usaha yang dijalani, melakukan introspeksi sehingga mengenali kekurangan-kekurangan dalam menjalankan usaha.
Sangat penting jika semua pemikiran tentang perencanaan usaha tersebut dapat dituliskan dalam sebuah rencana usaha (Business Plan ) sehingga dapat dibaca kembali dan dievaluasi agar rencana tersebut dapat dijalankan secara sistematis dan efisien. Hal tersebut sudah lazim dilakukan oleh perusahaan kecil maupun besar dengan membuat laporan harian, mingguan, bulanan, kwartal dan tahunan sehingga dapat disusun RJP (Rencana Jangka Pendek) dan RJPa (Rencana Jangka Panjang). Dalam RJP dan RJPa tersebut tercantum posisi keuangan perusahaan, target yang akan dicapai dan kendala-kendala teknis dan non-teknis.
Mengapa perlu disusun Business Plan (Bygrave, 1994)
1. To sell yourself in the business
2. To obtain bank financing
3. To obtain investment funds
4. To arrange strategic alliances
5. To obtain large contract
6. To attract key employs
7. To complete mergers and acquisition
8. To motivate and focus your management team
            Rencana bisnis atau bisnis plan adalah sebuah rencana kerja untuk membangun bisnis baru atau mengembangkan bisnis yang telah dijalankan. Misalnya, mengalokasikan sumber daya, fokus pada poin-poin penting, serta mempersiapkan bisnis untuk masalah-masalah dan peluang pasar.
Ada banyak sekali pengertian tentang business pla yang ditulis oleh pengarang buku kewirausahaan. Diantaranya adalah:
1.  Bygrave, 1994: Business Plan merupakan suat dokumen yang menyatakan keyakinan tentan kemampuan sebuah bisnis untuk menjual baran atau jasa yang menghasilkan keuntungan menari bagi penyandang dana.
2.  Hisrich-Peters, 1995: Business Plan adalah sebua dokumen tertulis yang dipersiapkan oleh pengusah yang isinya menjelaskan tentang faktor-faktor internal dan eksternal yang relevan untuk memula sebuah usaha. Isinya seringkali berupa rencana yan terpadu meliputi: pemasaran, keuangan, produksi dan sumber daya manusia.
            Awali sebuah rencana bisnis dengan rencana awal yang sederhana. Rencana awal tersebut meliputi ringkasan, penyertaan misi, kunci sukses, analisis pasar, analisis keseimbangan dana, dan lain-lain. Hal tersebut merupakan rencana bisnis yang paling sederhana.
            Sebuah rencana bisnis memiliki sebuah standar, yang mengikuti nasihat dari para ahli bisnis, meliputi seperangkat elemen standar, seperti deskripsi perusahaan, produk atau layanan, sasaran pasar, prakiraan, tim manajemen, dan analisis keuangan.
Sebuah rencana bisnis bergantung pada situasi. Rencana bisnis akan berjalan sebagai mana mestinya bila situasi internal perusahaan dan situasi eksternal mendukung. Keberadaan investor atau para penanam modal dapat mempengaruhi kelangsungan sebuah rencana bisnis.
Dalam membuat rencana bisnis, kita harus tahu dan mengenali keberadaan posisi, tujuan, dan apa yang ingin dicapai dalam usaha yang dibangun tersebut, sehingga kita bisa menuju sukses.

Manfaat Business Plan:
1.        Fungsi perencanaan yang disusun secara sistematik bisa menjadi sarana komunikasi untuk semua pihak penyelenggara.
2.        Sebuah perencanaan bisnis dapat menjadikan dasar pengaturan alokasi sumber daya.
3.        Sebagai alat pendorong bagi pelaku bisnis untuk melihat visi, misi dan keberlangsungan perusahaan ke depan serta menyadari betapa pentingnya waktu.
4.        Perencanaan bisnis bisa menjadi pegangan atau dasar fungsi pengendalian.

Kerangka business plan meliputi:
1.        Nama Usaha
Beberapa pertimbangan tentang nama usaha:
a.       Short – pendek
b.      Simple – sederhana
c.       Easy to spell – mudah diucapkan
d.      Easy to remember – mudah diingat
e.       Pleasing when read – enak dibaca
f.        No dissagreeable sound – tidak bernada sumbang
g.      Does not go out of date – tidak ketinggalan jaman
h.      Berhubungan dengan barang dagangan
i.        Jika produknya akan diekspor dapat mudah dibacaoleh orang asing
j.        Tidak kata-kata negatif
k.      Dapat memberikan sugesti pada pengguna produk
2.        Lokasi
Ada dua hal yang perlu diperhatikan mengenailokasi usaha, yakni:
a. Backward Linkage (pertalian ke belakang),yakni bagaiman sumber daya (resources)yang akan digunakan. Hal ini menyangkutbahan baku, tenaga kerja, dan kondusifitasmasyarakat setempat.
b. Forward Linkage (pertalian ke depan), yaknibagaimana prospek konsumen yang akanmenyerap hasil produksi usaha tersebut.
3.        Komoditi yang akan diusahakan
Ada banyak sekali jenis komoditi yang akan diusahakan, dapatberupa barang maupun jasa. Hal tersebut tergantungketertarikan pemilik usaha untumengembangkan usahanyatersebut.
Namun menurut Wasty Soemanto (1992), ada beberapa hal yangdapat dijadikan pertimbangan dalam memiliki komoditi:
a.  Membanjirnya permintaan masyarakat terhadap jenis-jenishasil usaha tertentu, baik barang maupun jasa.
b.  Teridentifikasinya kebutuhan tersembunyi masyarakat akanbarang-barang atau jasa tertentu.
c. Kurangnya saingan dalam bidang usaha yang ingin kitakerjakan.
d. Adanya kemampuan yang meyakinkan bahwa usaha yangdibentuk akan dapat bersaing dengan usaha sejenis dipasaran.
4.        Konsumen tujuan
Pada prinsipnya, terdapat tiga kluster konsumen, yakni konsumentingkat bawah, konsumen tingkat menengah dan konsumen tingkatatas. Masing-masing kluster sangat berbeda perilakunya terhadapbarang atau jasa yang dikonsumsi.
a.    Konsumen tingkat bawah cenderung menginginkan produk denganjumlah banyak dan harga murah. Biasanya konsumen pada klusterini kurang memperhatikan kualitas produk tersebut. Yang pentingadalah keterjangkauan daya beli produk tersebut untukpemenuhan kebutuhannya.
b.    Konsumen tingkat menengah sudah mulai memperhatikan kualitassuatu produk, namun budget untuk mengkonsumsi produktersebut masih dibatasi. Pelayanan penjual produk juga sudahmenjadi perhatian yang cukup serius untuk konsumen kluster ini.Konsumen kluster ini sudah berfikir untuk membeli suatu produkberdasarkan keinginan dan kebutuhannya.
c.    Konsumen tingkat atas sudah tidak memperhatikan harga suatuproduk. Yang diutamakan adalah kualitas produk dan pelayananyang diberikan oleh penjual. Konsumen kluster ini cenderungmembeli sebuah produk berdasar keinginan, bukan kebutuhan.
5.        Pasar yang akan dimasuki
Ada beberapa istilah dalam pasar sebuah usaha:
a.       Pemimpin pasar adalah perusahaan yang memiliki pangsa pasar terbesar dalam produk sejenis. Perusahaan ini dapat mengendalikan harga, berpromosi secara besar-besaran, membuat produk baru yang akan ditiru oleh pesaing lain, dll.
b.      Penantang pasar adalah perusahaan yang berada di bawah pemimpin pasar yang selalu mengejar dan berusaha melampai pemimpin pasar. Segala macam taktik akan dilakukan untuk menyaingi pemimpin pasar.
c.    Pengikut pasar adalah perusahaan skala kecil yang senantiasa berusaha menjaga pelanggan tidak berpaling dari perusahaannya tersebut dengan cara meningkatkan pelayanan. Mereka juga berusaha menonjolkan keunggulan produknya.
d.    Perelung pasar adalah perusahaan-perusahaan pengikut pasar yang mencoba menjadi pemimpin pasar dalam lingkup sempit. Umumnya perusahaan tersebut berusaha menghindari persaingan dengan perusahaan besar yang telah menjadi pemimpin maupun penantang pasar.
6.        Rekanan/partner yang diajak kerjasama
Menurut Musselman dan Huges (1964) partnership adalahsuatu asosiasi atau persekutuan dua orang atau lebihdalam menjalankan suatu usaha untuk mencarikeuntungan. Terdapat 2 tipe persekutuan:
a.  General Partnership, semua anggota ikut secara aktifmengoperasikan bisnis bersama-sama, memikultanggung jawab bersama, termasuk tanggung jawabyang tidak terbatas terhadap utang-utang usaha.
b.  Limited Partnership, memiliki anggota sekurangkurangnya1 orang yang memikul tanggung jawabpenuh termasuk utang-utang usaha, dan anggota lainyang memiliki tanggung jawaterbatas. Anggota yangmemiliki tanggung jawab terbatas tidak berhakmencampuri kegiatan operasional usaha tetapi berhakatas pembagian laba yang telah disepakati bersama.
Beberapa hal yang dibicarakan dalam kesepakatan Partnership:
a.       Nama-nama anggota
b.      Jumlah penyertaan modal
c.       Masa mulai dan berakhirnya persetujuan
d.      Gaji dan honor
e.       Pembagian laba dan kerugian
f.        Prosedur penambahan partner
g.      Prosedur pemberhentian partner
h.      Tanggung jawab dan otoritas/kewenangan
i.        Penambahan karyawan
7.        Personil yang akan menjalankan usaha
Dalam menjalankan usaha baru, dibutuhkan kerja keras,kejujuran dan komitmen yang tinggi dari pelaku usahatersebut.Karena masih bersemangat, pelaku usahabaru yang menangani kegiatan operasional usahatersebut seringkali akan mencurahkan semuakonsentrasinya agar usaha yang dijalani dapat berjalandan berkembang sesuai rencana.Namun terkadang ketika usaha yang dijalani telahberkembang, timbul penyakit pelaksana operasionalusaha untuk menggerogoti usaha tersebut. Hal ituterjadi karena keuangan usaha tersebut telah mapan.Namun sekali lagi, usaha yang baik harus diliputi rasajujur dari pelaksana operasional usaha. Sehinggadiperlukan pengawasan yang ketat bagi personil yangmenjalankan usaha tersebut.
8.        Jumlah modal tersedia dan tambahan modalyang diharapkan
Modal utama yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha adalahkejujuran dan semangat. Setelah modal utama tersebutdimiliki, baru melangkahkan kaki mencari modal/uanguntuk menjalankan usaha yang telah direncanakan.Kebutuhan modal harus diperhitungkan secara cermat agarlangkah awal berjalannya usaha dapat berlangsung baik.Jangan sampai baru setengah jalan usaha yang dirintiskehabisan modal. Paling tidak pengusaha telahmemperhitungkan kebutuhan modal dan biaya operasionalselama beberapa bulan mendatang.Modal dapat didapatkan dari tabungan, menjual barang yangdimiliki, patungan dengan teman, dll.Pinjaman, baik kepada bank maupun kepada pemilik dana pihakketiga dapat dilakukan ketika usaha yang dijalankan sudahstabil dan memiliki prospek pengembangan yang bagus.
9.        Peralatan usaha yang perlu disediakan
Ada dua jenis alasan memilih peralatan yang akandigunakan dalam menjalankan usaha, yakni:
a.  Ekonomis, berlaku bagi wirausahawan baru yangmemiliki keterbatasan modal. Alat-alat yangdigunakan mungkin bukan barang yang serba baru,tetapi bisa jadi barang bekas. Wirausahawan iniberfikir, yang penting fungsi dari peralatan, bukanbentuk dan model.
b.  Prestise, berlaku bagi wirausahawan yang memilikimodal cukup dan memang membutuhkan prestiseuntuk menjalankan usahanya. Misalnya sasaranusahanya adalah orang-orang menengah ke atas yanglebih mengutamakan kenyamanan, sehinggadiperlukan seperangkat peralatan yang baik. Biasanyaprestise tersebut berlaku pada usaha penyedia jasa.
10.    Promosi yang akan dilakukan
Promosi dewasa ini adalah salah satu hal terpenting dalammengenalkan usaha ke masyarakat luas. Tanpa promosi,sebuah usaha baru tidak akan dikenal oleh masyarakat,terlebih usaha yang memiliki banyak persaingan.
Beberapa elemen promosi yang sering digunakan:
a.       Advertising , berupa iklan di berbagai media.
b.      Personal selling , merupakan tenaga penjual yang disiapkandi toko (pramusiaga) maupun door to door.
c.       Sales Promotion, berupa daya tarik bagi konsumen yangberupa obral, diskon, cuci gudang, undian, hadiah, dll.
d.      Public Relation, yaitu memberi informasi kepada masyarakattentang perusahaan, sehingga terbentuk citra (image )masyarakat terhadap perusahaan dan produknya.


BAB II
PEMBAHASAN
A. Profil Perusahaan
Jamur Icip-icip adalah jamur krispi yang terdiri dari berbagai macam rasa, diantaranya pedas, BBQ, original, dan keju. Bahan baku yang digunakan adalah jamur tiram. Jamur tersebut diolah menggunakan tepung krispi.

B. Identitas Pemilik
Bisnis ini dilakukan secara berkelompok yaitu usaha gabungan sebanyak 6 orang dengan identitas masing-masing sebagai berikut:
1.  Nama                          :    Dewi Ayu Imaningtyas
Alamat                        :    Jalan Adyaksa No. 6 Purwokerto
Tempat/tanggal lahir   :    Samarinda, 30 September 1992
Pendidikan akhir         :    SMA
2.  Nama                          :    Atiqah Anas Taqiyyah
Alamat                        :    Taman Tridaya Indah blok B7/7 Tambun, Bekasi
Tempat/tanggal lahir   :    Jakarta, 11 Juni 1992
Pendidikan akhir         :    SMA
3.  Nama                          :    Filda Arinil Haq
Alamat                        :    Sendangharo XI/03 Tuban
Tempat/tanggal lahir   :    Sidoarjo, 10 Juli 1992
Pendidikan akhir         :    SMA
4.  Nama                          :    Lintang Sekar Langit
Alamat                        :    Jalan KS Tubun Gang Nanas No.9 RT 06/07 Rejasari, Purwokerto Barat
Tempat/tanggal lahir   :    Purwokerto, 19 November 1992
Pendidikan akhir         :    SMA
5.  Nama                          :    Nurhidayatulloh
Alamat                        :    Kebutuh RT 01/09 Bukateja, Purbalingga 53382
Tempat/tanggal lahir   :    Purbalingga, 15 Mei 1992
Pendidikan akhir         :    SMA
6.  Nama                          :    Dian Sri Lestari
Alamat                        :    Ambalresmi RT 02/02 Kec. Ambal Kab. Kebumen
Tempat/tanggal lahir   :    Kebumen, 13 Februari 1992
Pendidikan akhir         :    SMA
C. Data Perusahaan
Nama perusahaan       :    Jamur Icip-icip
Alamat usaha              :    Jalan HR Bunyamin Purwokerto
Nomor telepon            :    081553757470
Bidang usaha              :    Kuliner
Bentuk badan usaha    :    UKM
Mulai berdiri               :    12 November 2012
Susunan pengurus       :a. Manajer Umum                        :    Nurhidayatulloh
b.  ManajerFinancial                    :    Filda Arinil Haq
c.  Manajer Distribusi                  :    Lintang Sekar L
d.  Manajer Produksi                   :    Dian Sri Lestari
e.  Manajer Persediaan Bahan Baku     :    Atiqah Anas T
f.   Manajer Administrasi                       :    Dewi Ayu I
                                       
D. Aspek Produksi
1. Bahan baku
a.    Jamur didapatkan dari petani pembudidaya jamur .
b.    Bahan lainnya diperoleh dari pasar dan toko.
2. Lokasi
Lokasi didirikannya usaha Jamur Icip-icip berada pada tempat yang strategis bagi konsumen, banyak dilewati masyarakat serta berada pada area kampus Universitas Jenderal Soedirman. untuk menjangkau daerah ini juga sangat mudah karena didukung dengan transportasi yang memadai. Lokasi usaha ini dipilih karena mudah untuk memasok bahan baku yang akan digunakan.
3. Volume operasi
Usaha Jamur Icip-icip menggunakan bahan baku jamur tiram yang mudah diperoleh. Dalam sehari usaha ini memerlukan jamur tiram sebanyak 3 kg untuk diolah dan langsung dijual. Jamur dibeli sehari sebelum diolah. Jamur yang baru didapat disimpan dalam pendingin dalam waktu yang tidak lama dan langsung diproses. Sehingga tidak terjadi penyimpanan jamur terlalu lama karena jamur akan membusuk apabila tidak segera diolah.
4.        Tenaga kerja
Tenaga kerja diperlukan untuk menjalankan usaha. Tenaga kerja untuk usaha Jamur Icip-icip adalah anggota yang mendirikan usaha.

E. Aspek Pemasaran
1.    Sistem distribusi
Jamur Icip-icip ini akan di pasarkan secara langsung kepada konsumen dengan cara berjualan menggunakan gerobag disekitar jalan HR Bunyamin, Purwokerto.
2.        Sistem pembayaran
Pembayaran dilakukan secara langsung dan tunai dari konsumen kepada penjual.
3.        Konsumen sasaran
Konsumen sasaran penjualan Jamur Icip-icip yaitu mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum.
4.        Wilayah pemasaran
Pemasaran Jamur Icip-icip adalah di area kampus UNSOED.
5.        Penguasaan Pasar
Penguasaan termasuk pada jenis pengikut pasar. Pengikut pasar adalah perusahaan skala kecil yang senantiasa berusaha menjaga pelanggan tidak berpaling dari perusahaannya tersebut dengan cara meningkatkan pelayanan. Mereka juga berusaha menonjolkan keunggulan produknya.

F.  Aspek Keuangan
Aspek keuangan menjelaskan bagaimana melakukan penentuan harga terhadap usaha yang dijalankan. Kegiatannya antara lain membuat rekap penerimaan usaha, pengeluaran biaya untuk operasional usaha, dan menguji aliran kas apakah layak atau tidak usaha tersebut untuk dijalankan.
Sehingga untuk menjalankan usaha Jamur Icip-icip diperlukan beberapa perhitungan, salah satunya perhitungan investasi sebagai berikut:
Sedangkan bahan-bahan yang dibutuhkan adalah:
a.  Biaya Tetap
No.
Kebutuhan
Investasi
Jumlah
Unit
Harga per Unit (Rp)
Total Biaya (Rp)
Umur Ekonomis
1
Gerobak
1
2.000.000
2.000.000
5 tahun
2
Kompor
1
200.000
200.000
5 tahun
3
Peralatan memasak
1
500.000
500.000
5 tahun
Total Investasi
2.700.000


b.  Biaya Variabel
No.
Pengeluaran
Jumlah Unit
Harga per unit (Rp)
Total Biaya (Rp)
1
Gas
6 buah
15.000
90.000
2
Tepung
8,1 kg
20.000
162.000
3
Minyak Goreng
150 L
10.000
1.500.000
4
Jamur tiram
90 kg
7.000
630.000
5
Kertas Minyak
3000 lembar
200
600.000
6
Perasa
9 bungkus
10.000
90.000
Total Biaya per bulan
3.072.000
Total Biaya per tahun
36.864.000

Alat-alat yang diperlukan tersebut memiliki umur ekonomis. Sehingga perlu dilakukan perhitungan penyusutan sebagai berikut:

Jumlah alat
1 set
Harga awal
Rp2.700.000,00
Perkiraan nilai sisa
Rp1.000.000,00
Umur pakai (usia ekonomis)
5 tahun atau 5 x 12 bulan = 60 bulan

Dari hasil perhitungan ternyata penyusutan 1 set perlengkapan usaha Jamur Icip-icip adalah sebesar Rp28,333,00 per bulan. Dengan demikian usaha Jamur Icip-icip akan terus dibebani biaya tetap sebesar Rp28,333,00 setiap bulan meskipun usaha ini berhenti beroperasi.

1.    Analisis perhitungan Payback Periode
Dalam analisis ini digunakan modal yang merupakan biaya yang diperlukan selama usaha berjalan yaitu dalam kurun waktu 5 tahun termasuk biaya penyusutan. Usaha Jamur Icip-icip ini memiliki aliran kas yang berbeda. Karena tiap tahunnya terjadi peningkatan harga jual. Sehingga metode yang digunakan adalah iterasi.
Modal
Rp187.021.700,00
Penerimaan tahun ke-1
Rp109.500.000,00
Penerimaan tahun ke-2
Rp109.500.000,00
Penerimaan tahun ke-3
Rp136.875.000,00
Penerimaan tahun ke-4
Rp136.875.000,00
Penerimaan tahun ke-5
Rp150.562.500,00

Perhitungan PP usaha Jamur Icip-icip:
Rp187.021.700,00
Rp109.500.000,00 – (tahun ke-1)
Rp  77.521.700,00

PP usaha Jamur Icip-icip memiliki nilai satu tahun x bulan. Nilai x dapat dihitung dengan cara:

Sehingga Payback Periode usaha Jamur Icip-icip adalah 1 tahun 4 bulan 29 hari.

2.    Perhitungan NPV, IRR, dan PI
a.  Nett Present Value
Nett Present Value merupakan cara yang digunakan untuk membandingkan nilai sekarang dari aliran kas masuk bersih dengan nilai sekarang biaya yang dikeluarkan. Apabila NPV bernilai positif maka usaha layak dilakukan. Dan apabila hasilnya negatif maka usaha tidak layak dilakukan. NPV sangat dipengaruhi oleh tingkat suku bunga.
Dalam usaha Jamur Icip-icip, discount rate untuk lima tahun mendatang diasumsikan 5% per tahun. Sehingga:
Tahun
Aliran Kas
Discount Factor (r = 5%)
Present Value
0
Rp187.021.700,00
1
-187.021.700
1
Rp109.500.000,00
0,9524
104.287.800
2
Rp109.500.000,00
0,9070
99.316.500
3
Rp136.875.000,00
0,8638
118.232.625
4
Rp136.875.000,00
0,8227
112.607.063
5
Rp150.562.500,00
0,7835
117.965.719

Sehingga:
NPV = -187.021.700 + 104.287.800 + 99.316.500 + 118.232.625 + 112.607.063 + 117.965.719
          =   265.388.007
Karena NPV bernilai positif maka usaha Jamur Icip-icip layak untuk dijalankan.
b.  Internal Rate of Return
Nilai IRR dapat dicari dengan merubah nilai discount rate (r) sehingga didapatkan discount factor (DF) tertentu. Jika nilai NPV sudah negatif maka perhitungan dihentikan. Kriteria kelayakan berdasarkan hasil IRR adalah apabila IRR lebih besar daripada suku bunga deposito bank yang berlaku. Pada analisis usaha Jamur Icip-icip ini menggunakan r = 5% dan r = 50%.

Tahun
Aliran Kas
Discount Factor
(r = 5%)
Discount Factor
(r = 50%)
Present Value
(r = 5%)
Present Value
(r = 50%)
0
187.021.700,00
1
1
-187.021.700
-187.021.700
1
109.500.000,00
0,9524
0,6667
104.287.800
7.300.365
2
109.500.000,00
0,9070
0,4444
99.316.500
48.661.800
3
136.875.000,00
0,8638
0,2963
118.232.625
40.556.063
4
136.875.000,00
0,8227
0,1975
112.607.063
27.032.813
5
150.562.500,00
0,7835
0.1317
117.965.719
19.829.082
NPV
365.388.007
(43.641.577)

IRR dihitung sebagai berikut:

Hasil perhitungan IRR menunjukkan hasil sebesar 56,1% lebih besar dari suku bunga deposito bank yang berlaku yaitu sebesar 5% per tahun. Sehingga usaha Jamur Icip-icip layak untuk dilakukan.

d.    Profitability Index
Kriteria kelayakan usaha menurut PI adalah ketika PI > 1.
Aliran kas masuk usaha Jamur Icip-icip:


Dengan demikian, usaha Jamur Icip-icip layak dilakukan karena PI sebesar 2,95 lebih besar dari 1.
e.    Keuntungan
1)     
2)     
3)     
4)     

Dari perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa keuntungan usaha Jamur Icip-icip adalah Rp3.228.000,00 per bulan. Dan jika dilihat dari hasil R/C ratio = 1,56, menunjukkan bahwa setiap Rp1.000,00 yang ditanamkan pada usaha ini akan memberikan pendapatan sebesar Rp1.560,00.

f.     Break Event Point

1)     

BEP pendapatan sebesar Rp4.576.271,00 menunjukkan bahwa usaha Jamur Icip-icip tidak untung dan tidak rugi jika memperoleh pendapatan sebesar R4.576.271,00 per bulan.

2)     

BEP produksi usaha Jamur Icip-icip sebesar 1.025, menunjukkan bahwa usaha ini tidak untung dan tidak rugi jika produk yang dijual sebanyak 1.025 bungkus per bulan.

3)     

BEP harga sebesar 2.565 menunjukkan bahwa usaha Jamur Ici-icip tidak untung dan tidak rugi jika pembeli dikenakan harga sebesar Rp2.565,00 per bungkus dengan catatan penjualan sebanyak 2.250 bungkus per bulan.


BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.      Kesimpulan
Berdasarkan berbagai perhitungan, usaha Jamur Icip-icip layak untuk dijalankan.  Dengan modal sebesar Rp187.021.700,00, jamur krispi ini akan dijual seharga Rp4.000,00 per bungkus dimana per harinya akan dijual sebanyak 75 bungkus. Maka waktu pengembalian modalnya adalah selama 1 tahun 4 bulan 29 hari dan keuntungan usaha Jamur Icip-icip yang akan diperoleh adalah sebesar Rp3.228.000,00 per bulan.
Usaha Jamur icip-icip tidak akan memperooleh keuntungan atau kerugian apabila mendapatkan pendapatan sebesar Rp4.576.271,00 dan menjual sebanyak 1.025 bungkus per bulan. Namun apabila usaha ini dapat menjual sebanyak 2.250 bungkus per bulan, jamur krispi tidak akan mendapatkan keuntungan dan kerugian apabila menjual seharga Rp2.565,00 per bungkus. Jika usaha Jamur Icip-icip ini berhenti beroperasi, usaha ini masih dibebani biaya tetap sebesar Rp28,333,00 per bulan.

B.       Saran
Dalam melakukan rencana usaha, sebaiknya dihitung dan dipikirkan secara matang segala kebutuhan yang diperlukan terlebih dahlu. Sehingga apabila ketika usaha berjalan tidak mengalami kerugian dan apabila usaha mulai tidak beroperasi, usaha tidak mendapatkan beban yang terlalu berat untuk ditanggung. Begitu juga dengan kesepakatan-kesepakatan yang dibuat mengenai perjanjian kerja sama.


DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. Peluang Usaha Jamur Crispy (on-line). http://programukm.blogspot.com, diakses 23 Desember 2012.

Anonim. 2009. Pengertian Business Plan (on-line). http://fastkaya.blogspot.com, diakses 22 Desember 2012.

Anonim. 2011. Pengertian Business Plan (On-line). http://www.entrepreneurmuda.com, diakses 23 Desember 2012.

Noery, Seiyoumi. 2012. Analisis Kelayakan Usaha (On-line). http://seiyoumi.blogspot.com, diakses 23 Desember 2012.

Shabirah, Noor. 2012. Peluang Usaha Jamur Crispy (On-line). http://noorshabirah.wordpress.com, diakses 22 Desember 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar