Jumat, 10 Mei 2013


HomeSainsAsuhan Kebidanan   on 07 October 2010   Comments
(Kehamilan Dengan Infeksi: RUBELLA Dalam Kehamilan atau Kandungan) Rubella dapat meningkatkan angka kematian perinatal dan sering menyebabkan cacat bawaan pada janin.  Sering dijumpai apabila infeksi dijumpai pada kehamilan trimester I (30-50%).  Anggota tubuh anak yang bisa menderita karena rubella:
1)Mata (katarak, glaucoma, mikroftalmia)
2)Jantung (Duktus arteriosus persisten, stenosis pulmonalis, septum terbuka)
3)Alat pendengaran (tuli)
4)Susunan syaraf pusat (meningoensefalitis, kebodohan)
Dapat pula terjadi hambatan pertumbuhan intra uterin, kelainan hematologik (termasuk trombositopenia dan anemia), hepatosplenomegalia dan ikterus, pneumonitis interstisialis kronika difusa, dan kelainan kromosom.  Selain itu bayi dengan rubella bawaan selama beberapa bulan merupakan sumber ibfeksi bagi anak-anak dan orang dewasa lain.Pojok Pedia
Diagnosis RUBELLA Dalam Kehamilan atau Kandungan
Diagnosis rubella tidak selalu mudah karena gejala-gejala kliniknya hampir sama dengan penyakit lain, kadang tidak jelas atau tidak ada sama sekali.  Virus pada rubella sering mencapai dan merusak embrio dan fetus.  Diagnosis pasti dapat dibuat dengan isolasi virus atau dengan dotemukannya kenaikan titer anti rubella dalam serum.
Nilai titer antibody
Imunitas 1:10 atau lebih
Imunitas rendah < 1:10
Indikasi adanya infeksi saat ini > 1:64
Apabila wanita hamil dalam trimester I menderita viremia, maka abortus buatan perlu dipertimbangkan.  Setelah trimester I, kemungkinan cacat bawaan menjadi kurang yaitu 6,8% dalam trimester II dan 5,3% dalam trimester III.
Tanda dan Gejala klinis:
  • Demam-ringan
  • Merasa mengantuk
  • Sakit tenggorok
  • Kemerahan sampai merah terang atau pucat, menyebar secara cepat dari wajah ke seluruh tubuh, kemudian menghilang secara cepat
  • Kelenjar leher membengkak
  • Durasi 3-5 hari
Hingga kini tidak ada obat-obatna yang dapat mencegah viremia pada orang yang tidak kebal.. manfaat gamaglobulin dalam hal ini masih diragukan, yang lebih manjur ialah vaksin rubella.  Akan tetapi, vaksinasi ini sering menimbulkan artralgia atau arthritis, dan pula vaksinasi yang dilakukan tidak lama sebelum terjadinya kehamilan atau dalam kehamilan dapat menyebabkan infeksi janin.  Karena itu, lebih baik vaksinasi diberikan sebelum perkawinan.  Pemberian vaksin pada wanita selam kunjungan prekonsepsi dianjurkan untuk uji serologi varicella apabila klien selama masa kanak-kanaknya tidak mempunyai riwayat infeksi, kontraindikasi pada kehamilan adalah menghindari konsepsi selama 3 bulan setelah vaksinasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar